Minggu, 19 Februari 2012

Seperti secarik lampu dan dahan-dahan cahaya di gudang malamku
Kau dan sayap-sayap senyum menari tipis,
entah lalu di langit-langit kutub,
memekar buming sunyi di sebelah mana
          Ada detak-detak hangat....Putih-putih puitik...
          Dan sajak-sajak jinga mu manis
Ahhhhh
Masih ku dekap bacaan-bacaan ku pada senyum ..... tawar-tawar sejuk yang
ku lukiskan seharian tadi, lalu malam

                                                                                                                Yogyakarta, 14 September 2011 ( 00:26:00)
Aku dan suara-suara rindu yang bising di pagi ini
Biarkanlah aliran-aliran rapat seperti sungai dibawah sastra-sastra hujan
Kupu-kupu rindu dan sajak ku tentang pagi
Hemmmz
Hanya ada kau dan rindu bising di balik pagi
Memetang seperti hangat matahari yang menggoda
Sejuk-sejuk isis dibalik daun-daun dan nama mu

                                                                                                                Yogyakarta, 1 September 201

Jumat, 10 Februari 2012

bacalah duka di wajah-wajah sajak

masih saja ku lihat wajah-wajah di beberapa lembar kertas yang tersisa
masih ku tulis nama-nama di serat-serat  tinta yang seret
masih bisa ku baca kabar-kabar dari cerita media di Mesuji dan bima
masih saja, bisa ku lukiskan awan-awan mendung  yang menjual  bilik-bilik jasat  sebuah kasta
( bacalah duka di wajah-wajah sajak )
                masih saja terutus dari kias-kias malaikat
                untuk sajak di tengah hari yang terik

                                                                        Yogyakarta, 18 Januari 2012

pada sebuah sajak di malam ini


bisa saja……
hanya saja aku masih terkurung gerimis
aku masih ter ikat angin, dan beberapanya ada di sepasang cangkir di atas meja

bisa saja…..
hanya saja aku masih termakan sepi
aku masih ingin berdiam sementara


                                                                                Yogyakarta, 9 Januari 2012



menebus sajak,


Ada pentas pembacaan syair malam berwarna setengah jingga di atap bau terpal bolong
Ku pesan seikat layar langit dan sekotak kecil lapang rumput berbentuk sajak
untuk sekedar kita berbaring dalam diam atau sekedar berbincang tentang cerita
...............
Aku ingin menebus warna senja mu, puisi mungil
Tentang sajak-sajak di riuh jingga

namamu dan namaku


Ada namamu di dinginnya lantai malamku yang sunyi
Ada namamu yang  ku baca eja dilangit-langitnya yang resah, di aura purnama yang basah
Ada nama mu dan namaku di sari pati dingin yang sama
Nama mu dan nama ku di rekahan kabut pagi
Hanya, namamu dan namaku yang terukir di lentik cahaya, pagi ini
( puisi mungil )
                                                                                                Kaliurang, 16 Oktober 2011