Seperti secarik lampu dan dahan-dahan cahaya di gudang malamku
Kau dan sayap-sayap senyum menari tipis,
entah lalu di langit-langit kutub,
memekar buming sunyi di sebelah mana
Ada detak-detak hangat....Putih-putih puitik...
Dan sajak-sajak jinga mu manis
Ahhhhh
Masih ku dekap bacaan-bacaan ku pada senyum ..... tawar-tawar sejuk yang
ku lukiskan seharian tadi, lalu malam
Yogyakarta, 14 September 2011 ( 00:26:00)
wajah angin
Minggu, 19 Februari 2012
Aku dan suara-suara rindu yang bising di pagi ini
Biarkanlah aliran-aliran rapat seperti sungai dibawah sastra-sastra hujan
Kupu-kupu rindu dan sajak ku tentang pagi
Hemmmz
Hanya ada kau dan rindu bising di balik pagi
Memetang seperti hangat matahari yang menggoda
Sejuk-sejuk isis dibalik daun-daun dan nama mu
Yogyakarta, 1 September 201
Biarkanlah aliran-aliran rapat seperti sungai dibawah sastra-sastra hujan
Kupu-kupu rindu dan sajak ku tentang pagi
Hemmmz
Hanya ada kau dan rindu bising di balik pagi
Memetang seperti hangat matahari yang menggoda
Sejuk-sejuk isis dibalik daun-daun dan nama mu
Yogyakarta, 1 September 201
Minggu, 12 Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012
bacalah duka di wajah-wajah sajak
masih saja ku lihat wajah-wajah di beberapa lembar kertas yang tersisa
masih ku tulis nama-nama di serat-serat tinta yang seret
masih bisa ku baca kabar-kabar dari cerita media di Mesuji dan bima
masih saja, bisa ku lukiskan awan-awan mendung yang menjual bilik-bilik jasat sebuah kasta
( bacalah duka di wajah-wajah sajak )
masih saja terutus dari kias-kias malaikat
untuk sajak di tengah hari yang terik
Yogyakarta, 18 Januari 2012
masih ku tulis nama-nama di serat-serat tinta yang seret
masih bisa ku baca kabar-kabar dari cerita media di Mesuji dan bima
masih saja, bisa ku lukiskan awan-awan mendung yang menjual bilik-bilik jasat sebuah kasta
( bacalah duka di wajah-wajah sajak )
masih saja terutus dari kias-kias malaikat
untuk sajak di tengah hari yang terik
Yogyakarta, 18 Januari 2012
pada sebuah sajak di malam ini
bisa saja……
hanya saja aku masih terkurung gerimis
aku masih ter ikat angin, dan beberapanya
ada di sepasang cangkir di atas meja
bisa saja…..
hanya saja aku masih termakan sepi
aku masih ingin berdiam sementara
Yogyakarta,
9 Januari 2012
menebus sajak,
Ada pentas pembacaan syair malam berwarna setengah jingga di
atap bau terpal bolong
Ku pesan seikat layar langit dan sekotak kecil lapang rumput
berbentuk sajak
untuk sekedar kita berbaring dalam diam atau sekedar
berbincang tentang cerita
...............
Aku ingin menebus warna senja mu, puisi mungil
Tentang sajak-sajak di riuh jingga
namamu dan namaku
Ada namamu di dinginnya lantai malamku yang sunyi
Ada namamu yang ku
baca eja dilangit-langitnya yang resah, di aura purnama yang basah
Ada nama mu dan namaku di sari pati dingin yang sama
Nama mu dan nama ku di rekahan kabut pagi
Hanya, namamu dan namaku yang terukir di lentik cahaya, pagi
ini
( puisi mungil )
Kaliurang,
16 Oktober 2011
Langganan:
Komentar (Atom)
